Jakarta, June 22 2013
akhirnya ini pertemuan pertama kita setelah 5 tahun berpisah
kamu sudah banyak berubah
aku dapat melihat kamu dengan kedua mataku
matamu yang sedikit sipit
tetap menyiratkan tatapan hangat yang aku rindukan
kulitmu sekarang sudah kecoklatan
mungkin itu hasil dari sekolahmu selama ini
badamu yang semakin tegap
membuat aku pangling denganmu
suaramu tetap sama
suara yang selalu ingin aku dengar
dan aku dapat melihat
kamu baik-baik saja
aku rindu kamu...
aku rindu senda guraumu...
aku rindu caramu memanggil namaku...
aku rindu caramu menghampiriku...
aku rindu semuanya yang ada dirimu...
memang singkat pertemuan kita malam itu
sangat singkat
tidak dapat menggantikan 5 tahun perpisahan kita
aku dan kamu tidak berbicara banyak
dalam sekejab serasa aku kehabisan kata-kata saat itu juga
orang yang kurindukan berdiri di depanku..
Sunday, June 23, 2013
Sunday, March 31, 2013
senja sore ini bagus sekali
jauh lebih bagus daripada senja-senja sebelumnya
semburat awan merah yang bagaikan pipi gadis yang bersemu
menampakan wujudnya kepada sebagian penghuni bumi
seolah-olah ingin menyapa para pekerja yang hendak pulang ke rumah
dan di jalanan ibukota yang padat
aku hanya diam, kedua tanganku tetap berpegangan pada stir sepeda motorku
terjebak di tengah kemacetan ibukota
bersama puluhan masyarakat ibukota yang mempunyai tujuan yang sama
PULANG
senja...
memang apabila mendengar kata tersebut
pikiranku langsung tertuju padamu
lelaki senja...
ah apa kabar dia?
sudah lama sekali aku tidak bertegur sapa dengannya
pertemuan yang mungkin pertama dan terakhir
untukku dan dia
lelaki senja...
aku rindu dengannya...
perasaan ini memang tidak mendapat balasan
tapi aku tidak ingin menunggunya
hanya saja rasanya aku enggan untuk melepasnya
terlalu manis untuk dilupakan
walaupun memang tidak ada manisnya bagi orang lain
ah sudahlah
tahu apa mereka
orang jatuh cinta kan memang selalu seperti itu
yang pahit dibilang manis
dan yang manis dilebih-lebihkan
kalau tidak begitu bukan cinta namanya
lelaki senja itu sudah kembali kerumahnya
tempat asalnya, Yogyakarta
tidak, bukan berarti dia tidak akan kembali kesini
atau aku tidak tahu juga
mungkin dia hanya rindu dengan kampung halamannya tersebut
ah kalaupun dia kembali
mungkin akan lebih baik begitu
lebih baik agar aku bisa melupakannya
-minggu, 31 maret 2013-
jauh lebih bagus daripada senja-senja sebelumnya
semburat awan merah yang bagaikan pipi gadis yang bersemu
menampakan wujudnya kepada sebagian penghuni bumi
seolah-olah ingin menyapa para pekerja yang hendak pulang ke rumah
dan di jalanan ibukota yang padat
aku hanya diam, kedua tanganku tetap berpegangan pada stir sepeda motorku
terjebak di tengah kemacetan ibukota
bersama puluhan masyarakat ibukota yang mempunyai tujuan yang sama
PULANG
senja...
memang apabila mendengar kata tersebut
pikiranku langsung tertuju padamu
lelaki senja...
ah apa kabar dia?
sudah lama sekali aku tidak bertegur sapa dengannya
pertemuan yang mungkin pertama dan terakhir
untukku dan dia
lelaki senja...
aku rindu dengannya...
perasaan ini memang tidak mendapat balasan
tapi aku tidak ingin menunggunya
hanya saja rasanya aku enggan untuk melepasnya
terlalu manis untuk dilupakan
walaupun memang tidak ada manisnya bagi orang lain
ah sudahlah
tahu apa mereka
orang jatuh cinta kan memang selalu seperti itu
yang pahit dibilang manis
dan yang manis dilebih-lebihkan
kalau tidak begitu bukan cinta namanya
lelaki senja itu sudah kembali kerumahnya
tempat asalnya, Yogyakarta
tidak, bukan berarti dia tidak akan kembali kesini
atau aku tidak tahu juga
mungkin dia hanya rindu dengan kampung halamannya tersebut
ah kalaupun dia kembali
mungkin akan lebih baik begitu
lebih baik agar aku bisa melupakannya
-minggu, 31 maret 2013-
Subscribe to:
Posts (Atom)
