Saturday, August 11, 2012

aku tak tahu mengapa
aku merasa agak melancholic malam ini
aku melihat lampu-lampu kerucut
dan arus lalu lintas jakarta
dengan warna-warna baru
seolah-olah semuanya diterjemahkan
dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan

semuanya terasa mesra
tapi kosong
seolah-olah aku merasa
diriku yang lepas
dan bayangan-bayangan yang ada
menjadi puitis sekali di jalan-jalan

perasaan sayang yang amat kuat menguasaiku
aku ingin memberikan suatu rasa cinta
pada manusia

-Gie-

Wednesday, August 8, 2012

mungkin benar juga
kita perlu waktu untuk tidak bersua,tapi sejenak saja
mungkin tidaklah salah, aku pendam dulu rasa rindu
biarkan hati merintih dan meratap
tapi sejenak saja,
lalu untuk selamanya kita berpayung dalam satu cinta

aku terusik kangen yang menelusup di setiap kedip mata
dua hari menapak jejak bersama, telah memagut getarku
tak bersisa, sepertinya
biarkan saja semua berjalan tanpa rekayasa
seperti sejak pertama rasa itu diam membisu
lalu, perlahan mengetuk pintu hatimu
dalam damba tak bersyarat

Semestinya tidak kutelantarkan rindu yang terus menggugat hingga pagi
andai saja tak ada jarak yang mengunci langkah kaki.
ingin segera kusandarkan semua gelisah dan gundahku
pada harum ikal rambutmu
menebar keteduhan,meremas kecemasan
meninabobokan tangis semalam

di dekatmu rinduku tumpah
mengeja detik yang berlalu dengan kemesraan yang menggugah indah
memapah bahagia satu demu satu tanpa jengah

berdua kita saling meluruhkan kata yang terucap dari palung hati terdalam
menasbihkan rindu yang lama tersembunyi dalam diam
tunduk teduh pada keakuan perasaan



sebuah kutipan dari Moammar emka dalam bukunya "Cinta itu,kamu" untuk seseorang yang saya tidak akan bisa menggapainya. Kepada kamu, rindu itu.